Archives

This is archives page of BeritaKalimantan. Currently the archives consist of 6 posts, 6 pages and 97 comments, with a total of 55 categories and 95 tags.

Monthly Archives

Categories

PONTIANAK – Pra Pilkada Desember 2020 Bupati Kapuas Hulu Kalimantan Barat di medsos khususnya FB mulai ramai bermunculan dukung mendukung paslon. Sejauh ini para masing-masing pendukung masih sopan beragumen dengan narasi-narasi positif dan meme-meme yang sopan.

Semoga ini menjadikan pertanda bahwa rakyat semakin cerdas dalam berargumen politik tanpa SARA dan penuh dengan etika dan kesantunan.

Mesin politk di Bumi Uncak Kapuas ini masih baru mulai dijalankan, mesin pun belum panas. Namun meskipun mesin nantinya panas, rakyat tetap sejuk tanpa provokasi-provokasi yang tidak jelas dan penuh celaan yang tidak baik.

Kita ketahui, panasnya Kalbar saat Pilkada kemarin di Pilgub 2018 lalu. Cacian makian bahkan SARA sudah berseliweran di Medsos. Semoga Pilkada Kapuas Hulu, tidak mencontoh ketidak elokan kampanye para pendukung seperti di Pilgub.

Pasangan di KH juga sudah jelas terlihat, Untuk bakal calon bupati dan wakil bupati Kapuas Hulu, yang sudah mendapatkan surat rekomendasi dari Partai, seperti Fransiskus Diaan – Wahyudi Hidayat (PDIP dan PAN), Hamdi Ja’far – Jhon Itang (Gerindra, Demokrat, dan PKPI), dan H Baiduri – Rufina (PPP, NasDem, PKB, dan Hanura).

Disini di 2020 akan di uji demokrasi rakyat KH yang tentu sudah semakin bijak dan smart dalam bekampanye dan berpolitik. Semoga..(OK)

LANDAK – Untuk menghindari tingginya penularan virus corona di wilayah Kabupaten Landak, Pemerintah Kabupaten Landak kembali menggelar razia masker bersama TNI, Polri disejumlah titik lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya orang banyak.

Saat memberikan arahan Sekretaris Daerah Vinsensius menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Landak untuk mengajak masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kegiatan ini kita laksanakan untuk mengajak dan mengingatkan masyarakat supaya tetap menerapkan protokol kesehatan saat berada diluar rumah. Hal ini penting dipatuhi guna menghindari terjadinya penularan virus corona yang kini semakin meningkat diberbagai wilayah. Selain itu hal ini kita laksanakan untuk menindaklanjuti Peraturan Bupati Nomor 41 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan,” ujar Vinsensius saat memberikan pengarahan kepada petugas, pada Kamis (24/09/20).

Terkait titik lokasi razia, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Wibersono L Djait berharap dengan adanya kegiatan tersebut dapat mencegah penularan secara kolektif di masyarakat.

“Kita berharap agar masyarakat terhindar dari COVID-19, karena seperti kita ketahui bahwa wabah ini semakin hari semakin bertambah. Oleh sebab itu kita mengambil langkah ini dengan tujuan untuk melakukan antisipasi pencegahan penularan secara kolektif. Selain itu kegiatan ini akan tetap terus kita lakukan sesuai jadwal yang selanjutnya akan ada penindakan bila tidak mematuhi peraturan ini,” terang Kasat Pol-PP.

Wibersono juga mengatakan bahwa sanksi bagi pelanggar ketentuan dalam peraturan ini akan berlaku bagi perorangan dan pelaku usaha.

“Sebagaimana tertulis dalam peraturan tersebut bahwa ditetapkan sanksi bagi perorangan dan ASN yakni teguran lisan, teguran tertulis da kerja sosial selama 30 menit. Sedangkan bagi pelaku usaha maka sanksinya berupa teguran lisan, teguran tertulis dan tindakan berupa pembatasan usaha, penghentian/penutupan sementara, pembubaran kegiatan, bahkan pencabutan izin usaha,” tambah Wibersono.

Hal senada disampaikan Kabid Pencegahan dan Pegendalian Penyakit, dr. Pius Edwin Wiwin bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut agar masyarakat dapat menerapkan protokol kesehatan 4M bagi seluruh warga.

“Pelaksanaan kegiatan hari ini terkait Perbup 41 tahun 2020 sesuai amanat Intruksi Presiden, dan Permendagri juga turunan Peraturan Gubernur Kalimantan Barat terkait pelanggaran 4M yakni menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Kita ingin supaya masyarakat mau menerapkan 4M tersebut,” ujar Pius.

Sementara itu salah satu warga yang ditemui dilapangan Ojon mengatakan mendukung langkah pemerintah dalam melakukan razia bagi seluruh warga, hal tersebut menurutnya sangat penting mengingat penularan virus ini tidak memandang status sosial.

“Kami akui bahwa sebagai warga tentunya sangat cemas dengan adanya penularan virus ini, oleh sebab itu kami sangat mendukung adanya razia ini karena saat ini masih banyak warga yang tidak peduli terhadap kesehatan dirinya sendiri,” ujarnya.

BANJARBARU – Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Pengendalian dan Penanganan COVID-19 Kalimantan Selatan, tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di provinsi itu mencapai 84 persen dari total pasien 9.818 orang yang sembuh 8.251 orang.

Data yang dirilis di Banjarbaru Senin, selain pasien yang sembuh, kini pasien yang masih dirawat baik di rumah sakit maupun karantina khusus 1.163 orang dan meninggal dunia 404 orang.

Sedangkan orang yang suspek atau diduga COVID-19 ada 503 orang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.

Kendati tingkat kesembuhan sudah cukup tinggi, gugus tugas belum mampu mengendalikan penyebaran kasus positif COVID-19 di berbagai daerah, terbukti kasus baru kini masih terus bertambah.

Penambahan kasus positif pada, Senin (21/9) ada  82 orang berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan satu orang, Hulu Sungai Utara  satu orang, Tanah Bumbu 17 orang, Kota Banjarmasin empat orang dan Kota Banjarbaru 19 orang.

Menekan angka penyebaran COVID-19 kini hampir seluruh daerah di Kalsel telah menerapkan sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

Petugas gabungan dari TNI-Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banjarmasin meningkatkan razia protokol kesehatan dengan fokus menyasar zona merah penyebaran COVID-19.

Masyarakat yang belum sepenuhnya sadar untuk tertib dan patuh menggunakan masker menjadi tantangan pihaknya menertibkan.

Guna menekan penyebaran COVID-19, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sedang melaksanakan tes usap massal kepada 10 ribu warga Kalsel. Melalui tes usap tersebut, diharapkan gugus tugas lebih cepat menemukan pusat-pusat penyebaran COVID-19 dan segera menghentikannya melalui program karantina maupun isolasi di rumah sakit terhadap warga yang positif COVID-19.

Selain tes usap massal, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kalimantan Selatan melalui Program Gerakan Bersama Memakai Masker (Gebrak Masker) juga membagikan satu juta masker kepada masyarakat.

Selain PKK, pembagian masker gratis juga dilakukan oleh berbagai lembaga lainnya, baik pemerintah maupun swasta.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengatakan, dalam rangka menekan angka penularan COVID-19 di berbagai daerah di Kalimantan Selatan, Pemprov Kalsel menganggarkan pembuatan satu juta masker untuk warga di 13 kabupaten dan kota.

Selain untuk menekan angka penularan COVID-19, pembuatan masker juga sebagai upaya untuk membangkitkan kembali UMKM di Kalsel yang terdampak pandemi COVID-19.

“Jumlah satu juta masker, tentu saja masih kurang untuk dibagikan ke warga Kalsel yang kini jumlah 4 juta jiwa lebih, namun kekurangan tersebut akan dipenuhi oleh berbagai pihak, termasuk kepolisian, perusahaan swasta dan lainnya,” katanya.(Ant)

“Tersangka berinisial AS (32) ditangkap di tempat persembunyiannya Jalan Swarga, Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru pada Rabu (23/9) dini hari,” terang Kasubdit 3 Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel AKBP Andy Rahmansyah di Banjarmasin, Rabu.

Terungkapnya aksi pelaku setelah seorang korban Supriadi (40) warga Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah melapor ke Polsekta Banjarmasin Timur karena merasa ditipu oleh pelaku.

Kepada korban, pelaku mengaku memiliki “showroom” mobil bekas sehingga korban tertarik untuk membeli mobil yang ditawarkan. Korban kemudian memberikan DP sebesar Rp100 juta dengan perjanjian korban diminta menunggu keputusan dari tim survei pembiayaan.

Namun setelah menunggu sekitar satu bulan, korban belum mendapatkan kepastian mengenai pembelian mobil tersebut. Bahkan, telepon seluler pelaku tidak lagi bisa dihubungi.

Berbekal laporan korban, tim gabungan Subdit 3 Ditreskrimum Polda Kalsel, Subdit 5 Siber Ditreskrimsus dan Unit Reskrim Polsekta Banjarmasin Timur melakukan penangkapan pelaku.

Hasil introgasi petugas, pelaku mengaku telah melakukan penipuan dengan modus serupa kepada tujuh orang dengan total kerugian sebesar Rp287.000.000.

Pelaku juga mengakui sebagian uang tersebut telah digunakan untuk pembelian satu unit mobil Toyota Hardtop, satu unit Yamaha R25, satu unit Yamaha R15, uang muka pembelian rumah serta beberapa peralatan elektronik hingga sepeda lipat.

“Jadi beberapa barang yang diduga dibeli dari hasil kejahatannya kami sita sebagai barang bukti,” tandas Andy mewakili Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel Kombes Pol Sugeng Riyadi.

Kini tersangka ditahan di Polsekta Banjarmasin Timur untuk proses hukum lebih lanjut dengan jeratan Pasal 378 KUHPidana tentang Penipuan.(Antara)

LANDAK – Untuk menggunakan logo dan tema HUT Ke-21 Pemerintah Kabupaten Landak tahun 2020, Bupati Landak secara resmi mengeluarkan Surat Edaran dengan Nomor : 135/515/Pem-Um tanggal 21 September 2020 perihal penyampaian tema dan logo yang akan digunakan dalam Peringatan Hari Ulang Tahun ke-21 Pemerintah Kabupaten Landak pada Oktober mendatang.

Secara resmi, softcopy tema dan logo Peringatan HUT ke-21 Pemerintah Kabupaten Landak tahun 2020 ini dapat diunduh melalui situs resmi Pemerintah Kabupaten Landak, melalui Fanpage Facebook Pemerintah Kabupaten Landak atau http://bit.ly/LOGO_HUT_21_PEMKAB_LANDAK

Adapun penjelasan logo resmi ini yakni logo dibuat berbentuk kotak segi empat sama sisi mempresentasikan ukuran jarak aman bagi setiap orang yang diwajibkan dalam menerapkan protokol kesehatan disaat adanya pertemuan terbatas. Warna Merah melambangkan keberanian dan identitas Kabupaten Landak. Siluet virus corona menggambarkan perayaan tahun 2020 yang jatuh pada masa pandemi COVID-19, 21 merupakan angka usia Kabupaten Landak.

Satukan Semangat dan Kerja Untuk Landak Hebat adalah tema utama dalam menyambut HUT Ke-21 Pemerintah Kabupaten Landak. Makna yang terkandung dalam tema utama ini dibuat secara khusus untuk memacu semangat dalam bekerja bagi seluruh masyarakat meski situasi dan kondisi terkini demi mencapai cita-cita yakni Kabupaten Landak yang hebat.

Kata KOMPAK dengan simbol menggunakan masker pada huruf O merupakan imbauan kepada seluruh individu supaya bersama-sama menerapkan protokol kesehatan diantaranya menggunakan masker bila keluar sedang bertemu dengan orang lain.Warna Merah pada huruf O dengan simbol menggunakan masker menggambarkan pesan yang tegas supaya diikuti oleh seluruh warga.

MENJAGA DIRI DARI CORONA yakni suatu imbauan kepada seluruh warga supaya menjaga diri untuk menghindari virus corona yang saat ini masih menjadi pandemi diseluruh dunia. Warna Hitam yang digunakan pada teks mengartikan kesederhanaan dan supaya mudah dipahami bagi seluruh warga.

Kesimpulan dari pembuatan logo tersebut dibuat sederhana tanpa simbol kebersamaan/persatuan manusia dikarenakan untuk mengikuti protokol kesehatan yakni menghindari kerumunan orang banyak. Sedangkan imbauan teks dibuat singkat dan berwarna hitam supaya mudah dibaca dan mudah dipahami serta diterapkan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Landak.(Adv)

LANDAK – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-21 Pemerintah Kabupaten Landak, Panitia telah mengadakan beberapa perlombaan yang bisa diikuti oleh masyarakat Landak.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyampaikan walaupun dalam situasi pandemi COVID-19 saat ini, Pemerintah Kabupaten Landak tetap berupaya merayakan hari jadi yang ke-21 tahun 2020 ini walaupun dengan penuh keterbatasan dan kesederhanaan dan tidak akan semeriah tahun -tahun sebelumnya.

“Kita tahu saat ini masih dihadapkan pada situasi pandemi COVID-19, jadi perayaan HUT pemkab Landak tahun ini tidak bisa dibuat dengan meriah seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Karolin, Selasa (22/09/20).

Walau demikian, Karolin mengatakan pihaknya telah berupaya mengadakan beberapa perlombaan yang bisa diikuti oleh masyarakat Kabupaten Landak, tentunya yang tidak mengundang keramaian dan masyarakat tetap bisa berpartisipasi memeriahkan HUT ke-21 Pemerintah Kabupaten Landak.

“Kita tetap mengadakan beberapa perlombaan yang dapat diikuti oleh masyarakat, tentunya perlombaan yang kita gelar tidak bersifat mengundang keramaian, karena kita ingin masyarakat tetap bisa berpartisipasi memeriahkan hari jadi Kabupaten Landak yang ke-21 walaupun dalam kondisi pandemi ini,” Papar Karolin.

Adapun perlombaan yang diadakan untuk masyarakat umun diantaranya lomba video clip cipta lagu daerah Kabupaten Landak, dan lomba pantun edukasi protokol kesehatan COVID-19. Selain itu ditingkat OPD ada juga lomba kebersihan dan penataan taman dilingkungan Pemerintah Kabupaten Landak dan lomba inovasi menjalankan protokol kesehatan dalam pelayanan publik.

Untuk melihat petunjuk teknis dan ketentuan lomba, masyarakat dapat mengetahuinya melalui pengumuman yang diposting oleh panitia pada media sosial baik facebook, instagram, maupun twitter Pemerintah Kabupaten Landak.

Ketua panitia HUT ke-21 Pemerintah Kabupaten Landak Vinsensius menyampaikan dengan mengadakan berbagai perlombaan ini selain untuk memeriahkan hari jadi pemerintah kabupaten Landak diharapkan juga dapat menjadi media mengkampanyekan pola hidup sehat disaat pandemi COVID-19 agar dapat terus dilakukan oleh masyarakat secara berkelanjutan.

“Tujuan utama dari lomba adalah memberikan aktifitas positif bagi masyarakat bagaimana menerapkan ptotokol kesehatan. Didalamnya ada ajakan agar masyarakat muncul dengan sadar melaksanakan pola hidup sehat dalam hidupnya sehingga melekat dalam diri mereka menjadi kebiasaan baru dan dilakukan terus menerus, ” Kata Vinsensius.