Archives

This is archives page of BeritaKalimantan. Currently the archives consist of 7 posts, 7 pages and 97 comments, with a total of 55 categories and 419 tags.

Monthly Archives

Categories

PONTIANAK – Pra Pilkada Desember 2020 Bupati Kapuas Hulu Kalimantan Barat di medsos khususnya FB mulai ramai bermunculan dukung mendukung paslon. Sejauh ini para masing-masing pendukung masih sopan beragumen dengan narasi-narasi positif dan meme-meme yang sopan.

Semoga ini menjadikan pertanda bahwa rakyat semakin cerdas dalam berargumen politik tanpa SARA dan penuh dengan etika dan kesantunan.

Mesin politk di Bumi Uncak Kapuas ini masih baru mulai dijalankan, mesin pun belum panas. Namun meskipun mesin nantinya panas, rakyat tetap sejuk tanpa provokasi-provokasi yang tidak jelas dan penuh celaan yang tidak baik.

Kita ketahui, panasnya Kalbar saat Pilkada kemarin di Pilgub 2018 lalu. Cacian makian bahkan SARA sudah berseliweran di Medsos. Semoga Pilkada Kapuas Hulu, tidak mencontoh ketidak elokan kampanye para pendukung seperti di Pilgub.

Pasangan di KH juga sudah jelas terlihat, Untuk bakal calon bupati dan wakil bupati Kapuas Hulu, yang sudah mendapatkan surat rekomendasi dari Partai, seperti Fransiskus Diaan – Wahyudi Hidayat (PDIP dan PAN), Hamdi Ja’far – Jhon Itang (Gerindra, Demokrat, dan PKPI), dan H Baiduri – Rufina (PPP, NasDem, PKB, dan Hanura).

Disini di 2020 akan di uji demokrasi rakyat KH yang tentu sudah semakin bijak dan smart dalam bekampanye dan berpolitik. Semoga..(OK)

LANDAK – Bupati Landak Karolin Margret Natasa melakukan panen perdana sayur mayur yakni ketimun dan cabai di Desa Pawir Hilir, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak dengan di damping Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Landak, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Landak, Camat Jelimpo, Kapolsek Ngabang, Kepala Puskesmas Jelimpo, dan Kepala Desa Pawis Hilir serta Perwakilan Kelompok Desa Pawis Hilir, senin (19/07/21).

Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyambut baik apa yang sudah dilakukan di Desa Pawis Hilir tersebut yang mampu membuka peluang usaha dibidang sayuran sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Sayur kita masih banyak dikirim dari luar Kabupaten Landak seperti dari Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sintang dan Kota Pontianak. Sehingga sebenarnya peluang usaha itu ada, hanya memang perlu kerja keras dan perlu belajar terus sehingga kita bisa menjadi petani yang professional,” ungkap Karolin.

Bupati Karolin mengingatkan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan lahan yang ada seperti lahan pekarangan rumah untuk dapat menanam sayuran, sehingga dapat memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat.

“Saya saja menanam tomat dipekarangan rumah sudah bisa untuk dijual jadi tidak ada ruginya kelompok taninya dikembangkan dan ibu-ibu PKK bisa juga mengembangkan tanaman obat keluarga dan kebunsa yur juga di pekarangan rumah karena selain untuk kebutuhan keluarga juga bisa mendapatkan penghasilan dengan menjual ke BUMdes,” terang Karolin.

Kepala Desa Pawis Hilir Laong menjelaskan bahwa lahan yang ada di Desa Pawis Hilir ada 4 hektare dengan melakukan kerjasama antara kelompok tani dan BUMDes, selain itu menanam aneka sayuran ini merupakan dukungan desa dalam menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Landak.

“Ini kolaborasi antara kelompok tani dengan BUMDesa guna mendukung kegiatan pertanian di desa serta mendukunga program pemerintah yakni menjaga ketahanan pangan. Semoga hasil pertanian ini bisa menopang kebutuhan di Kabupaten Landak,” ucap Laong.

Dalam kunjungan Bupati Landak ke Desa Pawis Hilir juga dirangkai dengan pemeriksaan pelaksanaan PPKM, pembagian tempat cuci tangan untuk tempat ibadah, serta meresmikan tempat cuci tangan di tempat-tempat fasilitas umum.

LANDAK – Pasca banjir yang terjadi beberapa waktu lalu menyisakan beberapa kerusakan seperti rumah penduduk, jalan dan jembatan sehingg menghambat akses mobilitas masyarakat.

Untuk di Kabupaten Landak ada beberapa ruas jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan baik jalan nasional, provinsi maupun kabupaten.

Seperti jalan nasional Pinyuh-Sebadu-Sidas terjadi kerusakan pada sebagian jalan dan bangunan jembatan yang berada di Desa Salatiga, Kecamatan Mandor, selain itu jalan nasional Anjungan-Simpang Tiga terjadi penurunan pondasi jembatan di Kecamatan Menjalin.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan bahwa kerusakan jalan dan jembatan yang terjadi akibat bencana banjir tersebut sudah dilakukan pengusulan ke pemerintah pusat dan provinsi agar dilakukan perbaikan.

“Ada beberapa jalan nasional yang rusak dan itu merupakan wewenang dari pemerintah pusat, kita sudah menyurati pemerintah pusat dan provinsi agar jalan dan jembatan nasional tersebut agar segera dilakukan perbaikan,” terang Karolin, Minggu (18/07/21).

Sedang jalan non status ruas jalan Kerohoh-Lamoanak terjadi beberapa titik longsor sekitar 200 meter pada tebing di daerah Ruang Manfaat Jalan (Rumaja) dan terjadi kerusakan pada Box Culvert di Saringkuyang, Kecamatan Menjalin. Selain itu, jalan non status jalan Ngarak-Sualam terjadi kerusakan berat pada jembatan akibat banjir, jembatan tersebut menghubungkan antara Desa Ngarak dan Desa Sualam dengan panjang bentang sungai sekitar 15 meter.

“Untuk jalan non status ini akan segera kita lakukan perbaikan dan apabila itu layak untuk dibangun baru, kita akan lakukan baru untuk jembatan,” terang Karolin.

Lebih lanjut Bupati Karolin mengajak masyarakat untuk bersama-sama berpartisipasi dalam membantu perbaikan pasca bencana banjir ini.

“Saya berharap masyarakat dan pihak swasta juga bisa turut membantu penanganan pasca banjir ini, baik bantuan untuk masyarakat maupun untuk perbaikan fasilitas yang mengalami kerusakan,” pesan Karolin.

LANDAK –  Bupati Landak Karolin Margret Natasa melakukan peninjauan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis Mikro (PPKM Mikro) guna untuk menekan angka kasus COVID-19 yang saat masih belum bisa terkendali di Indonesia termasuk di Kabupaten Landak, Jum’at (09/07/21).

Bupati Landak melakukan peninjauan di dua desa yakni di Desa Untang, Kecamatan Banyuke Hulu dan Desa Darit, Kecamatan Menyuke dengan memastikan posko COVID-19 ditingkat desa serta melihat data perkembangan COVID-19 dari tingkat desa.

“Saya melakukan peninjauan ini untuk mengecek kembali keberadaan dan fungsi pokso COVID-19 ditingkat desa, agar kita bisa lebih cepat melakukan tindakan yang cepat dari lingkup terkecil yakni hingga ditingkat RT, karena pelaksanaan PPKM Mikro memang dilakukan pembatasan dari wilayah terkecil yakni tingkat RT,” ungkap Karolin.

Bupati Karolin mengatakan bahwa untuk di dua desa yang telah ditinjau ada beberapa yang harus dibenahi, namun secara keseluruhan sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) PPKM Mikro yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Secara keseluruhan sudah sesuai SOP, namun yagn perlu dibenahi yakni data kasus dan pemetaan zonasi yang dimulai dari tingkat RT, RW dan Dusun. Jika data itu sudah tercantum ditingkat desa, maka kita akan lebih cepat memutus mata rantai COVID-19 ini serta memberikan tindakan yang cepat,” terang Karolin.

Bupati Karolin mengingatkan kepada para petugas COVID-19 tingkat desa agar tersu berkoordinasi dengan tingakat kecamatan dan kabupaten dan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait protkol kesehatan dan program vaksinasi.

“Saya mengingatkan kepada petugas COVID-19 ditingakat desa untuk terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait protokol kesehatan dan program vaksinasi, dan selalu berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 Kecamatan maupun Kabupaten agar pelaksanaan PPKM Mikro ini bisa berjalan dengan benar,” jelas Karolin.

LANDAK – Bupati Landak Karolin Margret Natasa bersama Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro yang didampingi Camat Ngabang, Kades Hilir Kantor, Kapolsek Ngabang, Kasat Narkoba dan Kasat Binmas meresmikan Kampung Tangguh Anti Narkoba di Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak serta penyerahan tong air cuci tangan untuk tempat ibadah yang berada di wilayah Desa Hilir Kantor, Selasa (06/07/21).

Launching kampung tangguh anti narkoba merupakan bentuk kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Landak dengan Polres Landak dalam permasalahan narkoba yang menjadi tanggung jawab bersama agara dapat melalukan pemberantasan narkoba dari tingkat desa.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan Pemerintah Kabupaten Landak berupaya agar narkoba tersebut bisa dikendalikan dan tidak merusak masa depan anak-anak Kabupaten Landak sehingga dengan adanya kampung tangguh anti narkoba ini menjadi wadah bagi masyarakat dalam menangani permasalahan narkoba.

“Jadi memang jumlah kasus narkoba yang diungkap melebihi target yang ditetapkan oleh Polres Landak maupun Polda Kalbar dan ini menandakan bahwa kasus narkoba ini seperti grafik gunung es. Oleh karena itu pemerintah berupaya bagaimana caranya agar masalah narkoba ini bisa dikendalikan serta tidak merusak masa depan anak-anak kita dan generasi kita. Nah cara yang paling efektif adalah melindungi diri sendiri, melindungi keluarga kita dan melindungi lingkungan kita,” terang Karolin.

Sementara itu, Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro menjelaskan bahwa narkoba adalah musuh bersama sehingga perlu kerja bersama dalam memberantas narkoba, dan berdasarkan data secara nasional ditahun 2020 ada 38.293 kasus yang diungkap di seluruh Indonesia.

“Untuk di Kabupaten Landak sendiri pengungkapan kasus narkotika yang ditangani Polres Landak dalam kurun waktu 2 tahun terakhir yakni tahun 2019 dan tahun 2020 yang mana di tahun 2019 sebanyak 29 kasus sedangkan di tahun 2020 sebanyak 36 kasus dan rata-rata setiap tahunnya mengalami peningkatan,” jelas Ade Kuncoro.

Menanggapi pemberian bantuan tong air cuci tangan untuk tempat ibadah Bupati Karolin meminta pengurus tempat-tempat ibadah untuk benar-benar menerapkan protokol kesehatan dan mensosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat.

“Ini bantuan jangan hanya menjadi pajangan di tempat ibadah, namun diisi air, diberi sabun disuruh masyarakat menggunakan tempat cuci tangan itu. Sehingga kita bisa benar-benar menjaga diri kita dan keluarga kita,” pinta Karolin.

LANDAK – Bupati Landak Karolin Margret Natasa meresmikan 3 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di 3 kecamatan yakni SPBU di Kecamatan Kuala Behe, Kecamatan Menjalin dan Kecamatan Menyuke dengan didampingi Kapolres Landak, Sales Branch Manager Pertamina Rayon 5 Kalimantan Barat, dan Camat Kuala Behe, senin (05/07/21).

Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan bahwa kebutuhan akan komoditas Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah menyentuh ke semua aspek kehidupan dan tekanan harga pada komoditas BBM sebagai unsur vital dalam proses produksi dan distribusi barang akan berpengaruh pada harga barang atau jasa lainnya.

“Dengan adanya BBM satu harga ini masyarakat dapat dengan mudah untuk mengakses BBM, hal ini merupakan salah satu hal yang sangat penting karena akan mempengaruhi perkembangan ekonomi, harga produksi dan sebagainya sehingga diharpakan dapat mengembangkan derah ekonomi baru,” ucap Karolin.

Bupati Kaarolin mengucapkan terima kasih kepada pihak Pertamina dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) karena telah merspon apa yang telah menjadi permintaan dan kebutuhan masyarakat Kabupaten Landak karena merekan bisa mendapat BBM dengan harga yang sama dan terjangkau.

“Walaupun SPBUnya bertambah jangan sampai nanti stoknya tidak ada atau kuotanya berkurang. Untuk tahun 2020 untuk BBM jenis solar yakni 16.908 kiloliter dan 17.210 kiloliter pada tahun 2021 padahal kami mengusulkan 30.784 kiloliter sehingga memang masih sangat kurang dan tidak heran jika antriannya masih sering terjadi,” terang Karolin.

Sales Branch Manager Pertamina Rayon 5 Kalimantan Barat Arindarto Baskoro mengatakan bahwa BBM satu harga merupakan inisiasi program dari Presiden Joko Widodo ditahun 2016 dan meminta pertamina hingga tahun 2024 agar dapat menyalurkan BBM satu harga keseluruh Indoniesia.

“Sampai saat ini sudah ada sekitar 270 lebih BBM satu harga yang sudah beroperasi di seluruh Indonesia, di Kabupaten Landak ini sendiri sudah 4 yang beroperasi yang awalnya di tahun 2018 dan 3 ditahun ini, terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Landak atas dukungannya,” terang Arindarto.