Archives

This is archives page of BeritaKalimantan. Currently the archives consist of 6 posts, 6 pages and 97 comments, with a total of 55 categories and 217 tags.

Monthly Archives

Categories

PONTIANAK – Pra Pilkada Desember 2020 Bupati Kapuas Hulu Kalimantan Barat di medsos khususnya FB mulai ramai bermunculan dukung mendukung paslon. Sejauh ini para masing-masing pendukung masih sopan beragumen dengan narasi-narasi positif dan meme-meme yang sopan.

Semoga ini menjadikan pertanda bahwa rakyat semakin cerdas dalam berargumen politik tanpa SARA dan penuh dengan etika dan kesantunan.

Mesin politk di Bumi Uncak Kapuas ini masih baru mulai dijalankan, mesin pun belum panas. Namun meskipun mesin nantinya panas, rakyat tetap sejuk tanpa provokasi-provokasi yang tidak jelas dan penuh celaan yang tidak baik.

Kita ketahui, panasnya Kalbar saat Pilkada kemarin di Pilgub 2018 lalu. Cacian makian bahkan SARA sudah berseliweran di Medsos. Semoga Pilkada Kapuas Hulu, tidak mencontoh ketidak elokan kampanye para pendukung seperti di Pilgub.

Pasangan di KH juga sudah jelas terlihat, Untuk bakal calon bupati dan wakil bupati Kapuas Hulu, yang sudah mendapatkan surat rekomendasi dari Partai, seperti Fransiskus Diaan – Wahyudi Hidayat (PDIP dan PAN), Hamdi Ja’far – Jhon Itang (Gerindra, Demokrat, dan PKPI), dan H Baiduri – Rufina (PPP, NasDem, PKB, dan Hanura).

Disini di 2020 akan di uji demokrasi rakyat KH yang tentu sudah semakin bijak dan smart dalam bekampanye dan berpolitik. Semoga..(OK)

LANDAK – Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Landak Bersatu tahun buku 2019 akhirnya dapat dilaksanakan diakhir tahun 2020. Terselenggaranya RAT yang merupakan keharusan dilaksanakan oleh koperasi tersebut merupakan salah satu upaya dalam transparansi organisasi serta untuk memenuhi salah satu syarat dalam mewujudkan koperasi yang baik.

Dalam kegiatan yang dibuka oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Alexander mewakili Bupati Landak, dihadiri oleh Ketua KPN Landak Bersatu, pihak Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Landak, serta para anggota KPN Landak Bersatu.

Dalam pidato Bupati Landak tersebut mengatakan kehadiran koperasi secara umum memiliki andil dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan sehingga perlu didukung secara serius baik oleh pemerintah maupun anggota koperasi.

“Kehadiran koperasi secara umum telah memberikan andil yang signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi rakyat melalui usaha koperasi. Dengan demikian tentu atas nama Pemerintah Kabupaten Landak menyampaikan apresiasi kepada perintis dan penggiat koperasi Landak Bersatu,” ucap Alexander membacakan Pidato Bupati Landak, Kamis (03/12/20).

Lebih lanjut Alexander juga menyampaikan bahwa anggota harus berpartisipasi aktif dalam usaha koperasi.

“Bagi seluruh anggota koperasi, saya mengajak supaya turut berpatisipasi dalam usaha yang dilakukan koperasi yakni belanja di koperasi serta lainnya supaya dapat mewujudkan koperasi yang maju,” pintanya.

Selain itu dalam RAT Tahun Buku 2019 yang mengangkat tema “Memperkuat Integritas dan Kebersamaan Demi Kesejahteraan Anggota” ini juga diharapkan tetap menerapkan asas tata kelola yaitu transparan, akuntabilitas, kemandirian, pertanggungjawaban dan kewajaran dengan tetap mengacu pada nilai dan prinsip-prinsip koperasi serta empat pilar koperasi.

Sementara itu Ketua KPN Landak Bersatu Supriati mengatakan bahwa perlunya kerjasama antar semua pihak sangat dibutuhkan dalam menjalankan usaha koperasi ini.

“Dengan kepengurusan yang baru ini kami akui belum banyak melaksanakan program, hal ini diakibatkan adanya pandemi COVID-19 sehingga berdampak pula pada usaha yang seyogyanya dilaksanakan. Oleh sebab itu kami sangat perlu dukungan dalam hal ini supaya rencana kita bersama dapat tercapai yakni memajukan KPN Landak Bersatu,” terang Supriati.

BANJARBARU – Penyerahan DIPA dan TKDD TA 2021 untuk Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru dilaksanakan dengan cara yang sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pandemi covid yang masih menyelimuti seluruh wilayah tanah air menjadi pertimbangan utama melakukan perubahan format acara dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Penyerahan DIPA dan TKDD TA 2021 hanya  dilakukan secara simbolis dengan tidak mengundang semua satuan kerja yang ada. Gubernur selaku wakil pemerintah pusat di daerah menyerahkan  alokasi dana transfer ke daerah kepada Sekretaris Daerah Provinsi untuk dana transfer provinsi serta kepada para bupati / walikota untuk dana transfer kabupaten / kota termasuk  alokasi dana desa.

DIPA K/L dan Daftar Alokasi TKDD merupakan dokumen APBN yang sangat penting untuk menjadi referensi utama bagi para Kepala Daerah, Kepala Kantor, Kepala Dinas serta Para Kuasa Penggunan Anggaran dalam melaksanakan berbagai program pembangunan secara kolaboratif, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada tahun anggaran 2021, fokus belanja bidang prioritas Pemerintah yaitu kesehatan, pendidikan, teknologi informasi dan komunikasi, infrastruktur, perlindungan sosial, pariwisata, ketahanan pangan, serta pertahanan keamanan.

Secara keseluruhan, alokasi anggaran TA 2021 yang diperuntukkan bagi Provinsi Kalimantan Selatan adalah sebesar Rp. 25.85 Trilyun yang terdiri dari anggaran DIPA K/L sebesar Rp. 9, 27 trilyun serta anggaran Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD)  sebesar Rp. 16, 58 Trilyun.

Alokasi anggaran K/L sebesar Rp9, 27 Trilyun tersebut diberikan untuk 41 Kementerian/Lembaga serta 549 satuan kerja yang tersebar di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. K/L penerima dana DIPA terbesar adalah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan total dana  sebesar Rp2, 22 trilyun yang meliputi 17 satuan kerja .

Sedangkan dana TKDD Provinsi Kalimantan Selatan secara keseluruhan sebesar Rp16,58 trilyun dialokasikan untuk 14 daerah yang terdiri dari satu provinsi dan 13 daerah kota/kabupaten. Dana TKDD tersebut terbagi ke dalam 2 jenis peruntukan yaitu Dana Transfer dan Dana Desa.

Dana transfer sebesar Rp. 15, 05 trilyun  meliputi  Dana Alokasi Umum (DAU) Rp7,73 T , Dana Bagi Hasil (DBH) Rp3,02 T , Dana Alokasi Khusus Fisik (DAK Fisik ) Rp1,51 triliun, Dana Alokasi Khusus NonFisik ( DAK Non Fisik ) Rp. 2,35 T serta Dana Desa sebesar Rp. 1,52 Trilyun.Kabupaten/kota penerima dana transfer dan dana desa terbesar di wilayah Kalimantan Selatan adalah Kabupaten Banjar dengan total alokasi dana sebesar Rp1,349 trilyun.

Tahun 2020 adalah tahun yang sangat berat  secara ekonomi karena telah menyebabkan merosotnya pertumbuhan ekonomi hampir di seluruh wilayah tanah air termasuk Kalimantan Selatan. Oleh karena itu dengan telah ditetapkannya alokasi dana DIPA K/L dan TKDD TA 2021 diharapkan semakin memperkuat fondasi ekonomi daerah Kalimantan Selatan melalui percepatan belanja yang efektif dan berkelanjutan.

Sinergi antara seluruh komponen yang berada di wilayah Kalimantan Selatan sangat dibutuhkan. Dalam hal ini, K/L dan Pemerintah Daerah harus saling bekerja sama sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing, untuk memastikan agar APBN tetap mampu mewujudkan masyarakat Kalimantan Selatan yang sejahtera, adil, dan makmur.

Kebijakan pemerintah di sektor Kementerian/Lembaga TA 2021 diarahkan untuk  melanjutkan pemulihan sosial ekonomi serta mendukung berbagai reformasi, utamanya kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial. Reformasi tersebut harus disertai penguatan sinergi dan koordinasi antar K/L, Pemda, serta instansi lainnya.

Sedangkan kebijakan pemerintah di sektor TKDD TA 2021 diarahkan untuk peningkatan quality control anggaran, mendorong pemerintah daerah dalam pemulihan ekonomi, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan dalam rangka mendukung pemulihan dan penguatan ekonomi nasional tahun 2021.

Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021 secara berangsur diarahkan untuk memperkuat struktur ekonomi, antara lain melalui pembangunan kawasan industri, pengembangan food estate untuk ketahanan pangan, serta infrastruktur padat karya. Kapasitas teknologi informasi dan komunikasi akan ditingkatkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Untuk mempertahankan momentum penyerapan anggaran yang sudah cukup baik saat ini maka diperlukan langkah persiapan pelaksanaan anggaran 2021, antara lain: Percepatan proses pengadaan barang dan jasa/lelang (penandatanganan kontrak dapat dilakukan segera setelah penerimaan DIPA dan tidak perlu menunggu Januari 2021), Percepatan pemenuhan dokumen persyaratan penyaluran DAK Fisik  dan Dana Desa serta Penetapan pejabat perbendaharaan (KPA, PPK, Bendahara, PPSPM) jika terdapat perubahan.(Ant)

PONTIANAK – Kepala BPTD wilayah XIV Kalimantan Barat Syamsuddin mengatakan tahun 2021 pihaknya akan kembali melanjutkan pembangunan terminal barang internasional di PLBN Aruk dan Badau dan ditargetkan selesai pada 2022.

“Sesuai usulan yang di ajukan oleh Pemda, pada tahun 2021, BPTD wilayah XIV Kalbar mendapat anggaran sebesar Rp216 miliar untuk sejumlah pembangunan infrastruktur, salah satunya adalah melanjutkan pembangunan terminal barang internasional di PLBN Badau dan Aruk,” kata Syamsuddin di Pontianak, Selasa (1/12).

Dia menjelaskan dari pengajuan yang dilakukan oleh Pemda dan disetujui oleh Bappenas dan Kementerian Keuangan, usulan tersebut untuk anggaran 2021.

“Terminal barang internasional di Aruk dan Badau kemungkinan besar tahun 2022 sudah bisa dioperasionalkan, termasuk untuk konektivitasnya. Nantinya, terminal ini terkoneksi dengan angkutan perintis bus Damri yang melayani titik-titik di daerah perbatasan agar masyarakat yang ada di daerah itu dapat terlayani program nasional,” tuturnya.

Dengan adanya terminal barang di PLBN tersebut, diharapkan dapat memudahkan distribusi barang antarnegara, serta mendukung perekonomian di wilayah perbatasan negara.

Dia menjelaskan sesuai dengan tugas dan kewenangan BPTD, pihaknya juga akan melanjutkan beberapa pembangunan infrastruktur transportasi di Kalbar, di antaranya pembangunan terminal, pembangunan dermaga halte, serta perlengkapan jalan.

“Namun, kita hanya akan melakukan pembangunan yang menjadi kewenangan nasional, seperti pembenahan rambu di jalan nasional, penerangan jalan umum dan fasilitas keselamatan lainnya. Jadi, kita membagi kewenangan, ada yang di transportasi sungai, danau, transportasi di jalan raya dan itu sesuai usulan dari Pemda,” katanya.

Ia bersyukur, karena dari sekian banyak usulan yang disampaikan oleh Pemda, pada tahun 2021 banyak yang bisa diakomodasi. “Hal ini dapat dilihat dari banyaknya anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat untuk peningkatan infrastruktur transportasi di Kalbar,” ucapnya.(Ant)

KAPUAS HULU – Pasangan calon Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan-Wahyudi Hidayat menyatakan siap mengemban amanah masyarakat dalam mempercepat pembangunan di berbagai sektor yang di mulai dari pinggiran dengan kondisi yang nyata terlihat dan dirasakan di tengah masyarakat.

“Kami siap mewujudkan harapan masyarakat dengan mempercepat pembangunan Kapuas Hulu yang di mulai dari pinggiran, karena kami sudah melihat dan merasakan langsung kondisi masyarakat Kapuas Hulu, apalagi yang berada di pelosok,” kata Calon Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, kepada ANTARA menjelang debat Paslon di Pontianak, Jumat.

Pria yang akrab disapa Sis itu mengaku sudah mengunjungi 239 desa dari 278 desa dan empat kelurahan di wilayah Kapuas Hulu, rata-rata yang menjadi keluhan yaitu pembangunan infrastruktur dasar.

Menurut dia, tidak ada jalan lain untuk menjadikan Kapuas Hulu yang berdaya saing dalam segala hal yaitu mempercepat pembangunan.

“Membangun Kapuas Hulu tidak bisa mengandalkan dana daerah harus di percepat dengan dorongan dana dari pusat,” kata Sis.

Sebagai kader PDI Perjuangan, Sis mengaku tidak akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan bantuan pembangunan dari pemerintah pusat, apalagi program dan visi misi Sis-Wahyu sejalan dengan program nawacita Presiden Joko Widodo yang juga merupakan kader PDI Perjuangan.

“Dengan kondisi saat ini Kapuas Hulu memerlukan pemimpin yang energik dari kalangan generasi muda dengan program-program cemerlang dan kami yakin mampu mewujudkan cita-cita masyarakat Kapuas Hulu,” kata Sis.

Ditegaskan dia, Kapuas Hulu harus ada perubahan apalagi dengan luas wilayah dan usia Kabupaten Kapuas Hulu yang sudah cukup tua di bandingkan daerah lain, Kapuas Hulu harus mampu bangun lebih baik lagi.

“Kita tidak ingin berbicara di atas kertas saja, namun kondisi riil pembangunan Kapuas Hulu harus ada perubahan yang cepat dalam pembangunan,” tegas Sis.

Bahkan Sis juga siap mendorong kesejahteraan masyarakat Kapuas Hulu dengan komoditi seperti tanaman Kratom, madu, potensi ikan dan karet.

Sehingga sangat perlu pembinaan yang menyentuh langsung dengan berkembanganya Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan potensi unggulan lainnya di Kapuas Hulu.

“Banyak potensi Kapuas Hulu yang perlu kita gali dan kelola dengan pemimpin yang energik, kami siap mengangkat harkat dan martabat Kapuas Hulu dengan percepatan pembangunan serta birokrasi yang berintegritas dan sederhana,” jelas Sis.

Dikatakan Sis, kehadirannya bersama Wahyudi Hidayat dalam Pilkada Kapuas Hulu merupakan angin segar untuk percepatan pembangunan di Kapuas Hulu.

Sehingga kata “HEBAT” yang selalu digaungkannya selama ini memiliki makna yang luas, HEBAT berarti Harmonis, Energik, Berdaya Saing dan Terampil.

“Saya dan saudara Wahyudi Hidayat mengajak masyarakat Kapuas Hulu, mari kita wujudkan Kapuas Hulu Hebat, kami siap percepatan pembangunan apabila kami terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu,” kata Sis.

Ia pun mengajak masyarakat Kapuas Hulu untuk mensukseskan Pilkada 2020 dengan aman, damai dan sejuk serta gunakan hak pilih pada 9 Desember 2020.

Fransiskus Diaan-Wahyudi Hidayat (Sis-Wahyu) merupakan pasangan nomor urut 3 (tiga) pada Pilkada Kapuas Hulu dengan di usung oleh PDI Perjuangan dan Partai Amanat Nasional (PAN).(Ant)

PONOROGO – Seorang pemuda usia 29 tahun bernama Ali Nusyahid mendadak beken seantero Ponorogo dan menjadi trending topik di sejumlah grup media sosial setelah menikahi nenek 76 tahun yang barusan dikenal-nya di pasar tradisional di Slahung, Ponorogo, Jawa Timur.

Ali yang sehari-hari hidup bertani, saat ini, Sabtu, hidup bahagia serumah dengan Yainem, istri yang barusan dinikahi-nya dalam sebuah prosesi ijab-qobul sederhana di rumah mempelai perempuan di Dusun Bandungan, Slahung, Ponorogo.

Proses perkenalan hingga masuk jenjang pernikahan antara Ali Nursyahid dengan Yainem tergolong pendek.

Sebagaimana penuturan Ali kepada awak media, dia bertemu dengan sang tambatan hati pada Oktober, sekitar sebulan lalu.

“Ya awalnya iseng juga sih. Ke pasar terus langsung ketemu ibunya ini. saya tanya mau atau tidak. Kalau mau ya lanjut. Alhamdulillah,” tutur Ali menceritakan.

Pemuda asal Desa Mrayan, Kecamatan Ngrayun, Ponorogo ini mengaku tidak peduli pernikahannya dengan perempuan yang terpaut 47 tahun itu menjadi bahan pergunjingan orang.

Baginya, jika dia sudah merasa mantap, hidup berumah tangga ini akan dia jalani dengan bahagia.

Saat acara pernikahan pun, sanak saudara hadir semua. Demikian pula para tetangga bahkan perangkat desa. Ada kesan heboh dengan pernikahannya. Namun Ali justru merasa bahagia.

“Terserah orang mau ngomong apa. Yang penting kami bahagia. Semoga saya (bisa) membimbing keluarga,” ucap-nya. 

Dikonfirmasi terpisah, kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Slahung, Tajul Mujahidin juga mengaku terkesan dengan pernikahan Ali-Yainem.

Katanya, selama menjadi kepala KUA sejak 2014, baru kali ini menemui peristiwa fenomenal menikahkan pasangan yang terpaut usia hampir setengah abad.

“Kalau untuk pembinaan pernikahan, kalau umur sekian (76 tahun) dengan umur sekian (29 tahun) ada yang katakan bisa ada yang katakan sulit,” katanya.

Oleh karenanya, usai menikahkan, Tajul Mujahidin berpesan kepada mempelai untuk saling menyamakan persepsi.

Tetapi rupanya Yainem terlihat begitu bahagia. “Setelah kami wawancara, yang bersangkutan, senang begitu ibunya (Yainem) itu punya teman di rumah. Padahal dari latar belakang masing-masing ada perbedaan (usia),” ucap Tajul.

Ia pun turut mendoakan, semoga pasangan beda usia ini bahagia mengarungi hidup berkeluarga.

Tajul Mujahidin memastikan pernikahan Ali-Yainem sah secara agama maupun secara hukum negara.

“Pernikahan mereka sudah tercatat di KUA Slahung. Persyaratan semua juga sudah dipenuhi. Dan kebetulan Bu Yainem ini tidak memiliki saudara, sehingga saya selaku kepala KUA menjadi wali,” ujarnya.(Antara)