Archives

This is archives page of BeritaKalimantan. Currently the archives consist of 6 posts, 6 pages and 97 comments, with a total of 52 categories and 13 tags.

Monthly Archives

Categories

LANDAK – Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa yang diwakili oleh sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Landak Vinsensius, S.Sos,. MMA membuka acara dialog Perpajakan Tahun Anggaran 2020 Kabupaten Landak dari kantor Pelayanan Penyuluhan dan konsultasi Perpajakan (KP2KP) Ngabang, di aula kantor Bupati Landak, Selasa (18/02/20).

Hadiri dalam acara tersebut Kepala kantor Pelayanan Penyuluhan dan konsultasi Perpajakan Ngabang, Kepala BPKAD Kabupaten Landak, Inspektorat Kabupaten Landak, serta seluruh bendahara Kantor, Dinas, dan Badan Kabupaten Landak.

Dalam sambutan Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa yang disampaikan oleh Sekda Landak Vinsensius, S.Sos,.MMA menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat positif dalam rangka menciptakan tertib perpajakan dalam penyelengaraan administrasi keuangan dan pemerintah di Kabupaten Landak.

“Edukasi dan dialog perpajakan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh kantor pelayanan penyuluhan dan konsultasi perpajakan ngabang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Landak dalam rangka meningkatkan dan menambah pengetahuan inspektur pembantu, auditor, bendahara pengeluaran dan operator perpajakan pada SKPD di Kabupaten Landak tentang Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 tentang ketentuan umum perpajakan,” ujar Vinsensius saat menyampaikan sambutan Bupati Landak.

Kendati undang-undang ini telah ditetapkan sudah cukup lama yakni tahun 2009 yang lalu sambung Vinsensius, namun dia berkeyakinan masih banyak dari regulasi ini yang belum dipahami dan dilaksanakan sebagai aparat pengawas ataupun pelaksana perpajakan SKPD nya masing-masing.

“Saya berharap kepada bapak dan ibu yang hadir dalam acara ini dapat mengikuti dengan baik dan aktif berdialog dengan tim KP2KP Sebagai narasumber kepada kegiatan ini,” harap Vinsensius.

Sekda Landak juga berpesan kepada tim KP2KP untuk terus melaksanakan kegiatan seperti ini di Kabupaten Landak setiap tahunnya agar bendahara pengeluaran dan operator perpajakan di SKPD dapat memahami pengenaan tarip pajak dan tata cara pembayaran pajak, disamping itu tidak akan ketingalan informasi jika ada perubahan regulasi perpajakan sehingga dapat tertib dalam penyampaian pelaporan SPT sesuai aturan yang ada.

“Setelah kegiatan ini kita dapat memahami dan meningkatkan kepatuhan pelaporan SPT Tahunan pph 21 untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Landak,” tutup Vinsensius.

LANDAK –  Menanggapi aduan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial beberapa waktu lalu, bahwa ada salah satu warga di Desa Pawis kecamatan Jelimpo kabupaten Landak yang kondisi rumah tempat tinggalnya dianggap tidak layak huni sehingga perlu mendapat bantuan dari pemerintah.
IMG-20200217-WA0029
Merespon masalah ini Bupati Landak Karolin Margret Natasa langsung memerintahkan dinas terkait untuk mengecek kondisi rumah warga tersebut agar segera ditindaklanjuti.
Dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Perumahan Rakyat pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kabupaten Landak Carolina Kadem, SP,.MM mengatakan kepada media center pihaknya bersama dengan Kepala Desa Pawis telah melakukan survei langsung dan memverifikasi kondisi rumah warga tersebut.
IMG-20200217-WA0031
“Kemarin tanggal 13 Februari kami dari bidang perumahan rakyat sudah turun verifikasi ke desa Pawis. Untuk data rumahnya sudah masuk di kami,” ujar Carolina kepada media center, Senin (17/02/20).
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, rumah tersebut atas nama Romana Raana yang beralamat di Dusun Pesak  Desa Pawis Hilir kecamatan Jelimpo dan saat ini sudah diusulkan untuk mendapat bantuan  rumah swadaya (BRS) dari pemerintah kabupaten Landak menggunakan APBD  tahun 2020.
“Verifikasi fisik rumah yang bersangkutan layak untuk mendapat Bantuan Rumah Swadaya (BRS) dan sudah diusulkan untuk mendapat bantuan tersebut ditahun ini dari sumber dana APBD,” jelas Carolina.
Sementara itu, Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa menyampaikan apresiasinya atas laporan mengenai kondisi masyarakatnya. Menurut Karolin laporan dan masukan sangat diperlukan oleh pemerintah guna mengambil kebijakan yang tepat.
“Hal seperti ini sangat kita perlukan untuk mengambil langkah kebijakan yang tepat. Dan laporan langsung yang kita terima akan segera kita tindaklanjuti,” ujar Karolin.
Terkait laporan kondisi rumah warganya tersebut, Bupati Landak mengatakan pihaknya telah memverifikasi langsung dan dalam tahun ini akan segera dilakukan bedah rumah melalui Bantuan Rumah Swadaya (BRS) dari pemerintah kabupaten Landak.
“Dinas terkait kemarin sudah diperintahkan untuk langsung verifikasi rumah bersangkutan dan saat ini datanya sudah masuk untuk mendapatkan bantuan rumah swadaya dari pemerintah kabupaten Landak, semoga masyarakat terus mendukung pembangunan di Kabupaten Landak,” jelas Karolin.

NGABANG – Pemerintah kabupaten Landak menggelar upacara hari kesadaran nasional dihalaman kantor Bupati Landak pada Senin (17/02/20) pagi. Upacara ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah kabupaten Landak Vinsensius dan diikuti oleh seluruh ASN dan PTT dilingkungan pemerintah kabupaten Landak.

Dalam upacara hari kesadaran nasional ini selalu dibacakan kelima butir Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia yang salah satunya menuntut ASN untuk selalu disiplin dalam bekerja.
Vinsensius mengimbau para ASN dilingkungan Pemerintah Kabupaten Landak agar menanamkan sifat disiplin sesuai apa yang telah tertuang dalam Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia.
“Tidak henti-hentinya disampaikan tentang disiplin pegawai mulai dari hal-hal pribadi dan pekerjaan makanya setiap upacara hari kesadaran nasional ini selalu disampaikan, dibacakan dan diulangi korps pegawai Republik Indonesia,” pungkas Vinsensius.
Berkaitan dengan hal ini juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Landak Vinsesnsius menyampaikan pentingnya sebagai abdi negara dalam mengingat dan meresapi seluruh butir-butir Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia ini  dalam melaksanakan tugas.
“Amat sangat sederhana sebenarnya pesan negara kepada kita, beberapa hal didalam konteks korps pegawai republik Indonesia sudah disebutkan. Dan kenapa harus diulangi supaya bisa merasuk dalam jiwa, pikiran dan hati kita,” kata Vinsensius.
Lebih lanjut Sekda Landak mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT) dilingkungan pemerintah kabupaten Landak agar bekerja sesuai aturan yang ada.
 “Kita memilih menjadi ASN maupun PTT maka laksanakan tugas yang diemban sesuai dengan regulasi dan aturan yang ada,” ujar Sekda Landak.
KUBU RAYA- Bupati Landak Karolin Margret Natasa menghadiri malam kenal pamit Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) dari Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono kepada Inspektur Jenderal Polisi Remigius Sigid Tri Hardjanto di Qubu Resort Kubu Raya, Jum’at (14/02/20).
Malam kenal pamit dari Kapolda Kalbar yang lama kepada Kapolda Kalbar yang baru ini juga dihadiri Anggota DPR RI Komisi II Daerah Pemilihan Kalimantan Barat 1 Cornelis, Gubernur Kalimantan Barat, Pangdam XII/Tanjungpura, Kajati Kalimantan Barat, Walikota dan Bupati se-Kalimantan Barat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, dan seluruh jajaran Polda Kalbar.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa berharap kepada Kapolda Kalbar yang baru agar terus bekerja menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat Kalimantan Barat terkhusus juga kepada masyarakat Kabupaten Landak.
“Kita berharap kepada Kapolda Kalbar yang baru bapak Irjen Pol. Remigius Sigid Tri Hardjanto dapat memberikan rasa keamanan dan perlindungan bagi masyarakat Kalbar terkhusus di Kabupaten Landak, Saya ucapkan selamat bertugas Kapolda Kalbar Irjen Pol. Remigius Sigid Tri Hardjanto,” ucap Bupati Landak.
Lebih lanjut Bupati Landak mengatakan selam ini keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Landak sudah berjalan dengan sangat harmonis apalagi dilapangan babinkamtibmas sangat membantu masyarakat di desa, serta dapat menjalankan program untuk masyarakat secara bersama-sama.
“Kedepan Saya harapkan adanya program-program yang bisa kita jalin dalam bentuk kerjasama guna membantu masyarakat Kabupaten Landak secara bersama-sama terutama untuk masyarakat kita di desa, dan Saya selaku Bupati siap bersinergi menjalin kerjasama kepada Kapolda Kalbar yang baru,” ungkap Bupati Landak.
Serah terima jabatan Kapolda Kalbar telah berlangsung pada Selasa (11/02/20) oleh Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si di Rumpatama Mabes Polri.
Kapolda Kalbar Irjen Pol. Remigius Sigid Tri Hardjanto sebelumnya bertugas sebagai Kapolda Sulawesi Utara dan Irjen Didi Haryono mengemban tugas baru sebagai Analis Kebijakan Utama Inspektorat Pengawasan Umum Polri.

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menargetkan pada 2022 terdapat empat desa berstatus mandiri atau bertambah tiga desa dengan menaikkan nilai dimensi dalam Indeks Desa Membangun (IDM).

“Terdapat tiga komponen utama dalam penilaian IDM, sehingga tiga komponen yang diturunkan dalam beberapa dimensi inilah yang harus diperhatikan, baik akses maupun kualitasnya,” ujar Tenaga Ahli Bupati Penajam Paser Utara Aji Sofyen Efendi yang dihubungi dari Penajam, Jumat (14/2).

Sebanyak tiga komponen dalam penilaian IDM itu, yakni Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi, dan Indeks Ketahanan Ekologi/Lingkungan.

Ia menuturkan kondisi terkini di daerah setempat, dari 30 desa terdapat 23 desa dengan status berkembang, enam desa berstatus maju, dan satu desa mandiri.

Ia bersyukur karena kabupaten yang juga calon lokasi Ibu Kota Negara (IKN) itu tidak ada desa berstatus tertinggal maupun sangat tertinggal.

Target dua tahun ke depan, lanjutnya, dari 23 desa yang saat ini statusnya berkembang akan ada 40 persen menjadi desa maju, sedangkan dari enam desa maju, tiga di antaranya terus didongkrak menjadi desa mandiri.

“Dengan mencermati tiap dimensi, kemudian memberdayakan setiap sumber daya yang ada, insyaallah bisa, sehingga satu desa mandiri yang baru ada sekarang, maka dua tahun ke depan akan ada empat desa berstatus mandiri,” katanya.

Berdasarkan Permendesa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 2 Tahun 2016 tentang IDM, untuk Indeks Ketahanan Sosial terdiri atas beberapa dimensi, antara lain dimensi modal sosial dan dimensi kesehatan.

Dimensi modal sosial memiliki sejumlah indikator, yakni solidaritas sosial, toleransi masyarakat, rasa aman penduduk, dan kesejahteraan sosial, sedangkan dimensi kesehatan dengan indikator pelayanan kesehatan, keberdayaan masyarakat, dan jaminan kesehatan.

Dimensi pendidikan dengan indikator akses pendidikan dasar dan menengah, akses pendidikan nonformal, dan akses pengetahuan, dimensi permukiman dengan indikator akses air bersih, akses sanitasi, akses listrik, akses informasi dan komunikasi.

Terkait dengan Indeks Ketahanan Ekonomi, lanjutnya, terdiri atas dimensi ekonomi dengan indikator keragaman produksi masyarakat, tersedianya pusat pelayanan perdagangan, akses distribusi, akses lembaga keuangan dan perkreditan, lembaga ekonomi, serta keterbukaan wilayah.

“Sementara Indeks Ketahanan Lingkungan/Ekologi terdiri dari dimensi ekologi dengan indikator kualitas lingkungan, potensi rawan bencana, dan tanggap bencana,” ujar Aji.(Ant)