Archives

This is archives page of BeritaKalimantan. Currently the archives consist of 6 posts, 6 pages and 97 comments, with a total of 55 categories and 316 tags.

Monthly Archives

Categories

PONTIANAK – Pra Pilkada Desember 2020 Bupati Kapuas Hulu Kalimantan Barat di medsos khususnya FB mulai ramai bermunculan dukung mendukung paslon. Sejauh ini para masing-masing pendukung masih sopan beragumen dengan narasi-narasi positif dan meme-meme yang sopan.

Semoga ini menjadikan pertanda bahwa rakyat semakin cerdas dalam berargumen politik tanpa SARA dan penuh dengan etika dan kesantunan.

Mesin politk di Bumi Uncak Kapuas ini masih baru mulai dijalankan, mesin pun belum panas. Namun meskipun mesin nantinya panas, rakyat tetap sejuk tanpa provokasi-provokasi yang tidak jelas dan penuh celaan yang tidak baik.

Kita ketahui, panasnya Kalbar saat Pilkada kemarin di Pilgub 2018 lalu. Cacian makian bahkan SARA sudah berseliweran di Medsos. Semoga Pilkada Kapuas Hulu, tidak mencontoh ketidak elokan kampanye para pendukung seperti di Pilgub.

Pasangan di KH juga sudah jelas terlihat, Untuk bakal calon bupati dan wakil bupati Kapuas Hulu, yang sudah mendapatkan surat rekomendasi dari Partai, seperti Fransiskus Diaan – Wahyudi Hidayat (PDIP dan PAN), Hamdi Ja’far – Jhon Itang (Gerindra, Demokrat, dan PKPI), dan H Baiduri – Rufina (PPP, NasDem, PKB, dan Hanura).

Disini di 2020 akan di uji demokrasi rakyat KH yang tentu sudah semakin bijak dan smart dalam bekampanye dan berpolitik. Semoga..(OK)

LANDAK – Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Kalimantan Barat 1 yang juga Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Drs. Cornelis, MH menerima suntikan dosis pertama Vaksin COVID-19 (SARS-CoV-2), Penyuntikan vaksin dilakukan dikediamannya di Ngabang, Jum’at (06/03/21).

Penyuntikan perdana terhadap Cornelis dengan Vaksin COVID-19 CoronaVac buatan perusahaan asal China, Sinovac ini menjadi program vaksinasi di Indonesia, dengan penyuntikan Vaksin COVID-19 kepada Cornelis dilakukan oleh Tim Dokter dari Kabupaten Landak.

Cornelis mengatakan dirinya telah menerima Vaksin COVID-19 yang pertama, selain itu dirinya juga Manula yang pertama kali di Vaksin COVID-19 untuk wilayah Kabupaten Landak, karena umurnya sudah menginjak 67 Tahun.

“Sebelmum divaksin, kita terlebih dahulu di periksa oleh Dokter, sehat atau tidak. Pemeriksaan umum yang dokter lakukan seperti cek suhu badan, cek tekanan darah, ditanya pernah di vaksin atau tidak dan bagaimana reaksi vaksin sebelumnya. Selain itu ditanya pernah sakit diabetes, jantung, nyeri, ginjal dan pertanyaan-pertanyaan lainya, setelah pemeriksaan secara umum oleh dokter, Saya dinyatakan sehat dan di bolehkan untuk penyuntikan Vaksin COVID-19,” terang Cornelis.

Anggota Komisi II DPR RI mengatakan bahwa setelah di Vaksin COVID-19, dirinya tidak mengalami reaksi apa pun masih sama seperti pada saat belum di Vaksin COVID-19.

“Beberapa jam setelah Saya di vaksin, Saya tidak mengalami reaksi apapun akibat vaksin tersebut, jadi vaksin yang di gunakan pemerintah ini aman untuk di gunakan oleh masyarakat, bagi yang sudah manula jangan takut untuk di Vaksin COVID-19, kecuali kondisi kesehatan kurang baik dan memang tidak diperbolehkan oleh petutas Vaksin COVID-19,” terang Cornelis.

Cornelis menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah agar mau di vaksin guna mencegah penyebaran COVID-19 di Indonesia.

“Saya menghimbau kepada masyarakat, supaya mengikuti anjuran pemerintah agar mau di vaksin, demi memutus mata rantai COVID-19 yang melanda Dunia termasuk Indonesia. Oleh karena itu, tidak perlu ragu-ragu dalam rangka Kita mengatasi bencana Pandemi COVID-19 ini, pemerintah menvaksin masyarakatnya agar masyarakat itu sehat,” ujar Cornelis.

Tidak lupa Cornelis mengingatkan masyarakat untuk tidak terpengaruh pada informasi atau berita-berita bohong ataupun Hoax yang menyatakan Vaksin COVID-19 tidak aman untuk di gunakan.

“Saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat jangan terlalu percaya berita-berita bohong atau hoax yang menyatakan Vaksin COVID-19 ini tidak baik untuk digunakan. Saya sendiri telah divaksin dan merasakan nyaman setelah di Vaksin COVID-19, dan setelah divaksin Saya berpesan masyarakat tetap terus melaksanakan Protokol Kesehatan dari Pemerintah,” tutup Cornelis.

LANDAK – Bupati Landak Karolin Margret Natasa meninjau langsung pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Landak yang dimulai dari seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Kepala Badan, Asisten dan Staff Ahli Bupati serta Anggota DPRD Kabupaten Landak di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Landak, Kamis (04/03/21).

Bupati Landak mengatakan bahwa ASN wajib melakukan Vaksinasi COVID-19, karena mereka merupakan bagian dari pemerinthan yang harus ikut mensukseskan program pemerintah termasuk dalam mengatasi penyebaran Pandemi COVID-19 dengan melakukan vaksinasi.

“Vaksinasi COVID-19 inikan memang sudah program pemerintah dalam memutus penyebaran COVID-19, jadi ASN wajib vaksin. Selain itu, ASN juga dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mereka mau ikut divaksin, karena vaksin ini aman dan efektif,” ucap Karolin.

Vaksinasi COVID-19 untuk ASN sudah dilaksanakan sejak Vaksin COVID-19 yang pertama datang di Kabupaten Landak, tetapi vaksin yang pertama diperuntukkan untuk ASN dibidang kesehatan yakni para tenaga medis.

“sebenarnya ASN sudah memang yang pertama melakukan vaksin, tetapi mereka yang bekerja di bidang kesehatan seperti dokter, perawat, bidan dan tenaga kesehatan lainnya. Mereka diprioritaskan terlebih dahulu karena mereka merupakan garda terdepan dalam penanganan COVID-19 ini. Sekarang Vaksin COVID-19 tahap kedua baru mereka ASN yang berkerja diluar bidang kesehatan, namum akan kita lakukan secara bertahap terutama mereka yang bekerja di lapangan dan pelayanan publik,” terang Karolin.

Untuk Vaksin COVID-19 tahap 2 termin 1 berjumlah 3600 dosis yang diperuntukan kepada 35 dosis untuk Anggota DPRD Kabupaten Landak dan Sekertariat Dewan, 18 dosis untuk Dinas dukcapil, 18 dosis untuk Satpo PP, 18 dosis untuk BPBD, 9 dosis untuk Dians PTSP, 9 dosis untuk Dinas LH, 72 dosis untuk Polres Landak, 29 dosis untuk Pengadilan Negeri Ngabang, 36 dosis untuk Kejaksaan Negeri Landak, 36 dosis untuk Pimpinan OPD, 259 dosis untuk Pedagang Pasar Ngabang dan sisanya masih diperuntukan untuk tenaga kesehatan yang belum mendapatkan Vaksin COVID-19.

LANDAK – Bupati Landak Karolin Margret Natasa meninjau langsung pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 kepada para pedagang yang berada di Pasar Rakyat Ngabang dan pedagang di Terminal untuk Vaksin COVID-19 tahap kedua termin pertama, Selasa (02/03/21).

Untuk Vaksin COVID-19 tahap kedua termin pertama ini berjumlah 3600 dosis yang diperuntukkan untuk TNI, Polri, Tenaga Kesehatan, ASN dan para Pedagang yang memiliki aktivitas berada diluar sehingga memungkinkan mereka lebih mudah terkena COVID-19.

“Vaksin COVID-19 ini Kita bagi sesuai dengan petunjuk teknis yang ada yakni untuk Pedagang Pasar, TNI, Polri, ASN dan tentu saja Tenaga Kesehatan yang kemarin belum tercover dari Vaksin COVID-19 tahap pertama. Mudah-mudahan pelaksanaan berjalan dengan lancer, Kami perkirakan dalam 2 minggu sudah selesai Vaksinasinya,” terang Karolin.

Lebih lanjut Bupati Karolin pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 kepada para pedagang ini masih diperuntukkan untuk para pedagang yang ada di Kecamatan Ngabang, mengingat jumlah Vaksin COVID-19 yang datang juga sangat terbatas.

“Sementara di Ngabang dulu, karena Kecamatan Ngabang ada yang sudah zona merah sehingga Kita prioritaskan untuk desa-desa zona merah dan sekitarnya, Semoga Kita bisa mengatasi Pandemi COVID-19 ini bersama-sama,” ungkap Karolin.

Bupati Landak mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Landak terutama para pedagang yang sudah mau ikut mendukung pemerintah dalam mengatasi penyebaran COVID-19 yakni dengan ikut melakukan Vaksinasi COVID-19.

“Terima kasih kepada para pedagang yang sudah datang dan mau melakukan Vaksinasi COVID-19, mudah-mudahan dengan melakukan Vaksinasi COVID-19 Kita lebih aman dan yang terpenting setelah divaksni ini Kita masih tetap melaksanakan Protokol Kesehatan saat beraktifitas,” pesan Karolin.

LANDAK – Bupati Landak Karolin Margret Natasa resmi membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 di aula utama Kantor Bupati Landak dengan dihadiri oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 121/Alambhana Wanawwai, Dandim 1201/Mempawah, Kapolres Landak, Danyon Armed 16/Komposit, Sekda Landak, Danramil 1201-11 Ngabang, Kepala OPD terkait, Camat Menyuke, Kepala Puskesmas Menyuke, dan Kepala Desa Tolok, selasa (02/03/21).

Sasaran pelaksanaan TMMD ke-110 tahun 2021 di Kabupaten Landak yakni di desa Tolok, Kecamatan Menyuke, namun karena dalam situasi saat ini yang masih Pandemi COVID-19 sehingga acara pembukaan tidak dilakukan langsung ke desa lokasi TMMD, tetapi dilakukan secara seremonial yang dihadiri unsur terkait saja demi menerapkan Protokol Kesehatan.

Program TMMD merupakan akselerasi kegiatan pembangunan didaerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan, serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana. Untuk itu Kasrem 121/Abw, Kolonel Infantri Aloysius Nugroho dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat khususnya di desa Tolok bersama-sama bekerja membangun daerah.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama bekerja membangun daerah, guna mengatasi berbagai masalah dan tantangan dibidang teknologi, ekonomi, dan sosial budaya,” terang Aloysius Nugroho.

Selanjutnya Aloysius mengungkapkan sasaran kegiatan yang dilaksanakan berupa sasaran fisik yaitu pembuatan sarana dan prasarana serta fasilitas umum masyarakat serta kegiatan non fisik berupa penyuluhan kepada masyarakat.

“Kemudian sasaran non fisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, kamtibmas, pertanian, bahaya narkoba, penyuluhan tentang pencegahan dan penanganan Karhutla, sosialisasi protokol kesehatan dalam rangka mendukung pemerintah memutus penyebaran COVID-19 serta sosialisasi stunting,” ungkap Aloysius Nugroho.

Sementara itu, Bupati Landak Karolin Margret Natasa dalam sambutannya menyampaikan TMMD dilaksanakan dalam rangka melakukan akselerasi pembangunan dan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan TNI serta seluruh unsur lain yang ada di Kabupaten Landak.

“Kita berharap dengan adanya pelaksanaan program TMMD yang ada di desa Tolok, bisa mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat salah satunya mengenai akses infrastruktur, nanti akan dibangun jalan dan jembatan secara bertahap,” ungkap Karolin.

Selain ada program fisik juga ada program-program pembangunan manusia dalam arti akan ada berbagai penyuluhan untuk masyarakat. Dengan adanya TMMD Karolin berharap masyarakat di Desa Tolok bisa bergotong royong membangun daerahnya dan menjadi semangat untuk menjadi maju dan mandiri.

“Kepada masyarakat Desa Tolok, kita berharap agar bisa bergotong royong dengan TNI dalam membangun desanya, dan semoga bisa menjadi pendorong semangat masyarakat Desa Tolok untuk bisa semakin maju dan mandiri dalam membangun desa,” pinta Karolin.

Pelaksanaan TMMD kali ini memang masih dalam pendemi COVID-19 dalam hal ini Dandim 1201/Mph Letkol Infantri Dwi Agung Prihanto menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan dengan mengikuti protokol kesehatan.

“Ditengah pandemi, kami berkomitmen untuk terus melindungi masyarakat dan Kabupaten Landak dari COVID-19 dengan Protokol Kesehatan. Dan dalam TMMD di Desa Tolok, Saya sudah berkoordinasi dengan Bupati Landak sehingga prajurit Kami juga sudah melakukan test swab sebelum terjun ke lapangan,” kata Dwi Agung.

LANDAK – Untuk memberikan pelayanan publik kepada masyarakat secara cepat dan efisien pada pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk), Bupati Landak Karolin Margret Natasa melakukan pelayanan adminduk online terintegrasi di kecamatan dan desa Kabupaten Landak dengan langsung melakukan rapat koordinasi bersama Camat se-Kabupaten Landak, Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Landak dan Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Landak, senin (01/03/21).
Bupati Karolin mengatakan bahwa pelayanan adminduk online terintegrasi di kecamatan dan desa merupakan tindaklanjut dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2019 Tentang Pelayanan Administrasi Kependudukan Secara Daring (Online).
“Saya meminta kepada seluruh Camat untuk dapat merealisasikan program dari Pemerintah Pusat ini agar Kita bisa mendekatkan pelayanan kepada masyarakat secara cepat dan efisien sehingga hemat waktu dan biaya bagi masyarakat sehingga tidak perlu lagi ke Kantor Disdukcapil lagi untuk mengurus Adminduk,” ucap Karolin.
Bupati Landak menjelaksan untuk segera mempersiapkan hal-haal yang diperlukan dalam pelayanan adminduk online terintegrasi seperti peratalan, pendanaan serta payung hukum dan Standard Operating Procedure (SOP).
“Yang terpenting itu Kita akan membuat Payung hukum dan Peraturan Bupati Landak tentang pelimpahan sebagian kewenangan Bupati kepada Camat di bidang administrasi kependudukan, serta pendanaan dan Standard Operating Procedure (SOP). Dalam waktu dekat ini akan segera Kita realisasikan di seluruh kecamatan,” terang Karolin.
Adapun mekanisme dan sistem pelayanan yakni pihak Kecamatan menerima berkas dan mengirimnya via aplikasi data pemohon melalui sistem SIAK kepada Dinas dukcapil Kabupaten Landak. Kemudian Dinas Dukcapil memproses dokumen kependudukan pemohon sampai tahap TTE (Tanda Tangan Elektronik) Kepala Dinas dan dokumen kependudukan pemohon yang sudah di TTE (Tanda Tangan Elektronik) akan diketahui oleh Pihak Kecamatan dengan adanya notifikasi otomatis. Selanjutnya Pihak Kecamatan mencetak dokumen kependudukan pemohon seperti Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTPel).